Dahsyatnya Dampak Pemotongan Lahan di Area Hotel Vista Batam, Jalan Raya Retak hingga Pipa SPAM Pecah

300

Batam, Posmetrobatam.co: Pipa SPAM BP Batam yang rusak ditengarai dampak dari pemotongan dan pematangan lahan di bukit yang berada di area Hotel Vista, masih dikerjakan pada Senin (14/7). Sedangkan jalan raya ke arah Sekupang yang retak sudah selesai disemen.

Informasinya, pemotongan dan pematangan lahan itu mendapatkan izin dari BP Batam, yang pemiliknya dikabarkan pejabat teras di Pemprov Kepri.

Pantauan di lokasi, pada Senin, tampak para pekerja memasang pipa air ukuran besar. Sedangkan lahan yang dipotong terlihat jelas dari jalan raya. Tanah kuning itu turun hingga ke bibir jalan area hotel.

Pipa air tidak ditanam dalam tanah, tapi diganjal beton setinggi sekitar 1 meter di atas tanah. Pipa itu dipasang di jalan area hotel yang berbatasan dengan lahan yang dipotong.

BACA JUGA:  Metro Forum Bersama Nuryanto, Calon Walikota Batam - Menjemput Takdir Mukjizat Demokrasi

Akibat proyek tersebut, warga sekitar kena dampaknya, jalan raya retak hingga pipa SPAM pecah.

Walikota Batam ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyatakan, kerusakan lingkungan itu karena adanya pergeseran tanah dari pemotongan lahan tersebut.

“Kami sengaja turun ke lokasi ini karena menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika), cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hujan deras menyebabkan beban tanah meningkat, dari yang awalnya 10 ton bisa menjadi 15 hingga 20 ton, sehingga tekanan ke tanah bawah bisa menimbulkan pergeseran dan bahkan dampak ke pemukiman warga,” kata Amsakar Achmad saat meninjau lokasi di Batam, Jumat (11/7).

Amsakar turut menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kita ingin langkah antisipatif bisa segera dilakukan, apalagi luas dampak yang terpantau sudah mencapai lebih dari 1 hektare,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemko Palangka Raya Kunjungi Batam, Bahas Penanganan Sampah dan Lahan

Proyek yang direncanakan di kawasan Hotel Vista ini adalah pembangunan ballroom dan fasilitas makanan-minuman (F&B).

“Perizinan semua sudah lengkap. Tapi ini bukan soal izin saja, melainkan soal bagaimana teknis pengerjaan ini mempertimbangkan kondisi lingkungan dan cuaca,” kata dia.

Pemerintah Kota dan BP Batam berharap pihak manajemen proyek kooperatif dan mengutamakan keselamatan lingkungan sekitar.

“Jangan sampai dampaknya merembet ke warga sekitar. Kami ingin semua berjalan dengan baik tanpa membahayakan siapa pun,” kata Amsakar.(ant/red)