Diserap Program MBG, Harga Telur di Batam Naik jadi Rp60 Ribu Sepapan

247

Batam, Posmetrobatam.co: Harga jual telur ayam boiler di Kota Batam mengalami kenaikan. Kini capai Rp60 ribu per papan, atau Rp2.000 per butir di tingkat pedagang di sejumlah pasar.

Pantauan wartawan pada Kamis (13/11), di Pasar Tos 3.000, Jodoh, Kota Batam, harga jual telur ayam boiler Rp58 ribu per papan. Pasar tersebut merupakan pasar induk yang menjadi distributor bahan pokok ke seluruh pasar yang ada di Kota Batam.

Lalu di pasar tradisional lainnya seperti di Pasar SP Plaza, Batu Aji Kota Batam, harga telur ayam boiler sudah mencapai Rp60 ribu per papan.

Menurut pedagang pasar, kenaikan harga telur ayam sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Dua hari yang lalu harga telur ayam masih dijual Rp58 ribu per papan.

BACA JUGA:  Koperasi Merah Putih tak Boleh Pinjam Dana Bergulir di Pemko Batam, Ini Sebabnya...

“Hari ini sudah Rp60 ribu per papan, dua hari lalu masih Rp58 ribu,” kata Amir, pedagang Pasar SP Plaza Batu Aji.

Dia menyebut, kenaikan harga sudah dari distributor, seluruh telur ayam boiler di Kota Batam disuplai dari wilayah Medan, Sumatera Barat.

Berbeda dengan pasar tradisional, harga telur ayam boiler di tingkat ritel masih dijual Rp55 ribu per papan, atau Rp270 ribu per lima papan. Sementara itu, Bulog melalui program pangan murah bersama Polri menjual telur dengan harga Rp54 ribu per papan.

Menanggapi kenaikan harga telur ayam, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP2) Kota Batam, Mardanis mengatakan, harga telur di Pasar Tos 3.000 menjadi indikator bagi pasar lainnya yang ada di Kota Batam.

BACA JUGA:  Timnas Menunggu Kekalahan Filipina, Baru Bisa Aman

“Kalau di Tos 3.000 harga telur Rp58 ribu, berarti di Pasar Botania, Pasar SP Plaza, dan pasar lainnya di Batam ini sudah Rp60 ribu per papan,” katanya.

Mardanis mengakui terjadi kenaikan harga telur di Kota Batam, salah satu karena permintaan yang meningkat ditambah adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang rutin setiap hari menyerap konsumsi telur.

Jauh sebelum program MBG, harga telur boiler normalnya di Kota Batam berkisar antara Rp54 ribu sampai dengan Rp56 ribu per papan.

Berdasarkan data, konsumsi telur warga Kota Batam per hari hampir 400 ribu butir. Adanya MBG meningkat menjadi 500 ribu butir.

Untuk mengantisipasi kenaikan lebih tinggi lagi, terutama menghadapi natal dan tahun baru yang diprediksi konsumsi telur meningkat sebesar 10 persen dari biasanya, adalah dengan melaksanakan operasi pasar.

BACA JUGA:  Fitri Setyaningsih jadi Duta Pelayanan Kejari Batam

“Solusinya kami akan ambil telur langsung dari distributor walau jumlah tidak signifikan tapi harga berkurang, langsung kami laksanakan operasi pasar (OP),” ungkap Mardanis.

Rencananya OP dilaksanakan selama 10 hari sebelum libur Natal dan tahun baru.(ant)