Batam Jadi Rujukan Digitalisasi Pelayanan Publik, Kupang Siap Adaptasi

73

Posmetrobatam.co: Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis, di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jumat (10/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan posisi Batam sebagai pilot project pelayanan publik dan perizinan investasi berbasis digital di Indonesia.

Dalam pemaparan, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi utama BP Batam:

  • Dashboard Investasi sebagai command center pemantauan real-time.
  • MANTAB (Manajemen Talenta Batam) untuk integrasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.
  • Duta Investasi sebagai penguat promosi dan daya tarik investasi Batam.

Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan Dashboard Investasi di ruang Deputi Bidang Investasi Fary Francis, dilanjutkan ke layanan PTSP di Mall Pelayanan Publik.

BACA JUGA:  ALFI Batam Gelar Silaturahmi dengan Instansi Strategis untuk Maju Bersama dalam Sektor Logistik

Amsakar menegaskan, kunjungan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antar daerah.

“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi standar dan percepatan pelayanan,” ujarnya.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik modern.

“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” katanya.

Kunjungan ini turut dihadiri Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat Eselon II.

BACA JUGA:  Pohon Tumbang Timpa Mobil di Batu Ampar

Melalui kolaborasi ini, Batam dan Kupang diharapkan memperkuat sinergi sebagai kota jasa, sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan SDM, dan pertukaran tenaga kerja di masa mendatang.**