Satu Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, Pegadaian Perkuat Posisi Motor Ekonomi Nasional

73

Posmetrobatam.co: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperingati satu tahun ekosistem Bullion Indonesia dan meluncurkan Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap. Acara bertema “Consolidating the First Year, Strengthening the Next Phase” ini menegaskan peran emas sebagai instrumen keuangan likuid nasional.

PT Pegadaian tampil sebagai motor penggerak transformasi emas menjadi aset finansial dinamis. Dalam setahun terakhir, Pegadaian mengintegrasikan layanan Tabungan Emas dan Cicil Emas ke infrastruktur Bullion Bank yang aman, modern, dan terhubung secara nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberi apresiasi kepada Pegadaian dan pelaku usaha bullion lain atas kesuksesan membangun ekosistem investasi emas yang terintegrasi.

“Langkah Pegadaian memperkuat struktur ekonomi dan menjadikan emas pilar kekuatan finansial masyarakat,” ujar Airlangga.

BACA JUGA:  Laman SSCASN Tidak Dapat Diakses, Pendaftaran Seleksi CPNS-PPPK Diperpanjang hingga Malam Ini

Agus Riyadi, Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, menyatakan, pencapaian satu tahun ekosistem bullion menjadi fondasi ekspansi layanan emas lebih luas. Pegadaian berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk mengoptimalkan potensi emas nasional.

“Kami akan terus menyempurnakan dan mengembangkan layanan agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambah Agus.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian menyerahkan roadmap Unit Usaha Bullion untuk satu tahun ke depan. Roadmap ini mengintegrasikan seluruh rantai pasok emas, dari hulu hingga hilir, guna menciptakan nilai tambah bagi negara.

Dengan dukungan pemerintah, Pegadaian optimis usaha bullion nasional akan naik ke level berikutnya, memperkuat sektor keuangan, ekonomi kreatif, dan inklusi keuangan.

BACA JUGA:  Pegadaian Media Awards Kembali Hadir, Siap-Siap Rebut Total Hadiah Ratusan Gram Emas!

Sinergi antarstakeholder diharapkan menjadikan ekosistem bullion standar baru pengelolaan aset strategis, memperkuat daya saing Indonesia di pasar emas global.(hbb)