Sampah Telat Diangkut Petugas DLH Batam, Warga Sagulung Pilih Menunggak Retribusi

315

Batam, Posmetrobatam.co: Belakangan ini, jadwal angkutan sampah di wilayah Tembesi, Sagulung tidak tepat waktu diangkut petugas Dinas DLH Batam. Hal ini buat warga geram, sebab tong sampah di depan rumah mereka selalu penuh. Kekecewaan itu pun buat warga enggan bayar penuh uang sampah.

“Kadang diangkut 3 minggu sekali dan hampir sebulan juga, padahal sampah sudah menumpuk dan mengeluarkan bau serta belatung,” ucap Parlin, warga Citra Laguna, Tembesi, Sagulung, Jumat (11/7).

Parlin mengatakan, banyak tetangganya yang enggan membayar retribusi sampah. Walaupun dibayar paling hanya 2 bulan saja selama 6 bulan. Hal ini karena warga benar-benar merasa kecewa dengan cara pelayanan angkutan sampah.

“Tukang kutip retribusi sampah datang 6 bulan sekali, seperti tunggakan uang sampah saya sudah hampir 6 bulan tak dibayar. Istri masih mau bayar penuh karena tukang kutipnya janji akan tetap waktu untuk angkut sampah,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pemko Batam Gelar Operasi Pasar di 6 Kecamatan, Terakhir 17 September

Parlin mengatakan, bukannya warga tidak mau bayar uang sampah. Namun angkutan sampah di komplek selalu molor dengan alasan truk sampah rusak dan antrian pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) akhir di Punggur.

“Intinya kalau retribusi sampah sudah dibayar, maka warga berhak mendapatkan layanan angkutan sampah dengan tepat waktu,” tutupnya.

Dian, warga lainnya menyebut hanya membayar 2 bulan untuk retribusi sampah. Hal itu karena jadwal angkutan sampah selalu molor hingga menimbulkan bau serta jumlah lalat yang begitu banyak di depan rumahnya.

“Kemarin petugasnya minta langsung bayar 6 bulan, saya nggak mau. Tidak terima saya, padahal sampah selalu menumpuk dan tak diangkut hingga berminggu-minggu,” terangnya.

BACA JUGA:  BRIN Dorong Peningkatan Inovasi Sektor Transportasi di Batam

Dian berharap agar sampah di komplek perumahannya selalu diangkut sebelum dua minggu. Jika lewat dari dua minggu, maka kebanyakan warga memilih untuk membakar sampah.

“Tidak ada pilihan lain, saya dan tetangga kompak bakar sampah,” pungkasnya.

Sebelumnya, petugas sampah menyebut angkutan sampah ini molor karena ketersediaan dump truk yang sangat terbatas. Bahkan untuk mengangkut sampah di kawasan Tembesi, petugas mengaku harus meminjamkan truk dari Batam Centre.

“Truk banyak rusak. Kami mengalami keterbatasan di bagian armada, jadi di saat sampah di kawasan Batam Centre atau wilayah lain sudah diangkut, baru kami bisa pinjam armadanya,” ucap seorang supir truk sampah.(jho)