Batam, Posmetrobatam.co: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K- SPSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi melantik jajaran pengurus barunya, Sabtu (9/8), di Golden View Hotel, Batam. Ketua K- SPSI Kepri terpilih, Saiful Badri, langsung menyuarakan kritik tajam terhadap sistem perpajakan nasional yang dinilai semakin memberatkan kaum buruh.
Saiful mengungkapkan bahwa beban pajak yang harus ditanggung oleh pekerja bisa mencapai 30 hingga 40 persen dari total penghasilan mereka.
“Gaji kena PPh 21, tabungan JHT saat diambil kena pajak progresif hingga 20 persen, THR juga kena pajak. Belanja pun tak luput dari pajak, termasuk beli rumah dan kendaraan,” tegasnya di hadapan ratusan buruh dan tamu undangan.
Menurutnya, sebagai negara yang kaya sumber daya alam dan manusia, Indonesia seharusnya tidak menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada pajak yang menekan masyarakat, khususnya buruh. Ia menegaskan bahwa K- SPSI Kepri akan memulai gerakan nasional dari Batam untuk menuntut evaluasi total terhadap kebijakan perpajakan yang dianggap tidak adil.
Selain soal pajak, Saiful juga menyoroti mekanisme penetapan upah minimum yang selama ini hanya mengacu pada data BPS. Ia menilai, seharusnya penentuan upah didasarkan pada survei harga pasar riil agar lebih sesuai dengan kebutuhan hidup buruh.
Tak hanya itu, pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pekerja juga menjadi sorotan. Saiful mendorong agar buruh tidak sekadar menjadi objek kebijakan, melainkan aktor utama dalam pembangunan.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan siap bersinergi dengan K- SPSI Kepri dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Ia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,1 persen tertinggi ketiga nasional, membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal.
“Kepri memang tak punya kekayaan alam melimpah, tapi SDM kita kuat. Karena itu, kami siapkan program pelatihan terintegrasi sesuai kebutuhan industri,” ujar Nyanyang.
Ia menyebut, sektor energi terbarukan diprediksi akan menyerap 12.000 hingga 15.000 tenaga kerja pada 2026, sementara industri galangan kapal membutuhkan sekitar 20.000 tenaga terampil dalam beberapa tahun ke depan.
Acara pelantikan K- SPSI Kepri juga diwarnai dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional, seperti Rocky Gerung, Dr. H. Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana. Hadir pula pimpinan nasional K- SPSI, Ir. Idrus M.M dan Ir. Arif Winardi, serta jajaran pejabat daerah, seperti Dirintel Polda Kepri Kombes Pol. Agung Budi Laksono dan Kadisnaker Kepri Dicky Wijaya.
Sebagai rangkaian acara, digelar dialog interaktif bertema “Kebijakan Pemerintah dan Keberpihakannya terhadap Buruh”. Diskusi ini membahas peran buruh dalam pembangunan nasional serta pentingnya keberpihakan nyata dari negara untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja.(hbb)









