POSMETROBATAM: Kesediaan Yenny Wahid sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendapat respons positif dari Partai Nasdem dan PKS. Bahkan, Nasdem menaruh harapan putri Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu bisa menjadi pendamping Anies Baswedan. Namun, tidak demikian Partai Demokrat.
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan, kesediaan Yenny menjadi bacawapres tersebut merupakan kabar baik. Dia menyebut, Yenny memenuhi kriteria sebagai bacawapres. Khususnya bacawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). ’’Kabar itu merupakan angin segar,’’ ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (9/8/2023).
Yenny adalah tokoh NU. Bahkan, masuk struktur kepengurusan PBNU masa khidmat 2022–2027 sebagai ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU. Yenny juga keturunan tokoh besar NU.
Sejak awal, lanjut dia, pihaknya mengusulkan agar Anies menggandeng tokoh NU sebagai bacawapres. Suara warga nahdliyin sangatlah penting. ’’Namun soal nama, kami menyerahkan ke Pak Anies sebagai capres dari Koalisi Perubahan,’’ jelas mantan ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu.
Pernyataan senada disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Dia menyatakan sangat senang mendengar kabar kesediaan Yenny menjadi bacawapres. ’’Alhamdulillah. Saya bahagia mendengar kabar itu,’’ ungkapnya.
Mardani menyebutkan, Yenny sosok yang mewarisi kebijaksanaan Gus Dur. Namun, soal peluang Yenny menjadi bacawapres KPP, Mardani menyatakan tentu bergantung pada musyawarah parpol koalisi. Lalu, Anies akan mengumumkannya.
Tetap Dukung Ganjar, Terus Dorong Sandi
Sementara itu, PPP kembali menegaskan sikap politiknya. Sekjen PPP Arwani Thomafi menyatakan, partainya tetap berpegang pada putusan rapimnas yang memutuskan untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai bacapres. Selain itu, pihaknya juga terus memperjuangkan Sandiaga Uno sebagai bacawapres pendamping Ganjar.
Sejauh ini, PPP tidak memiliki alternatif lain. Keputusan PPP itu sudah melalui rapat panjang yang diikuti seluruh struktur partai seperti diatur dalam AD/ART. Arwani mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, partainya mendengar bahwa Sandi tidak akan dipilih menjadi bacawapres pendamping Ganjar. Jika benar terjadi, lantas bagaimana sikap PPP? Arsul mengatakan, pertanyaan itu juga sedang mengemuka di internal. Apakah akan tetap dalam koalisi dengan PDIP atau sebaliknya.
Menurut dia, diskusi tersebut wajar. Sebab, kader dan akar rumput PPP punya preferensi pilihan masing-masing. (JP Group)