Misteri Kampung Sidorejo, Desa Sri Bintan (Bagian I)

285

Ribuan Piring Cangkir Atok Gunung Demit

MASIH cerita tentang bulan suro. Pekan lalu, Posmetrobatam.co sempat bergabung di acara perayaan malam 1 Suro yang diadakan warga Kampung Sidorejo dan Kampung Pasiran, Kabupaten Bintan.

Bulan suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah.

Karso Katimin, sesepuh Desa Sri Bintan, yang juga dikenal sebagai kepala kampung di Kecamatan Telok Bintan, Kabupaten Bintan, menceritakan banyak hal tentang misteri Kampung Sidorejo.

Sekitar tahun 1940, warga di Kampung Sidorejo, kebanyakan penduduknya adalah warga Tionghoa.

Tahun itu, lanjut Katimin, saat warga ada yang mau buat pesta atau punya gawe, warga Kampung Sidorejo tak khawatir soal piring dan cangkir untuk perjamuan pesta.

BACA JUGA:  Kapolri Sebut Narkoba dari Malaysia Masuk Kepri Via Kapal Legal

Pasalnya, warga cukup duduk bersila, bakar kemenyan di salah satu pohon besar yang ada di kampung Sidorejo.

Beberapa menit setelah kemenyan mengeluarkan asap, orang yang bakal punya gawe atau pesta kampung, memanggil seseorang yang disebut Atok.

“Nama Atok itu persisnya saya nggak hafal siapa. Tapi, orang-orang warga Kampung Sidorejo menyebutkan Atok Gunung Demit,” kata Katimin.

“Atok. Tolong pinjam piring dan cangkir serta lepeknya, jumlahnya 2000. Cangkirnya khusus yang gambar ikan,” sebut Katimin.

Tak lama, ketika permintaan disetujui, piring dan cangkir dengan jumlah yang disebutkan tadi, langsung muncul di hadapan orang tersebut.

Tetapi, sekitar tahun 1970-an, Atok Gunung Demit tak mau lagi meminjamkan piring dan cangkirnya. Sebab, kebanyakan warga yang meminjam piring dan cangkir, tak dikembalikan sesuai jumlahnya.

BACA JUGA:  59 Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional Pemda Natuna Dilantik Bupati

“Misalnya, pinjam 1000 pcs, terus yang  dikembalikan, hanya 900 pcs. Lama-lama, Atok nggak bersedia meminjamkan piring dan cangkirnya. Buktinya, saat warga mencoba bakar kemenyan, dan mencoba mengajukan permohonan pinjam piring dan cangkir, si Atok tak mau lagi mengabulkan permohonan warga yang mau pinjam,” sebut Katimin.(Bersambung)