Masyarakat Kepri Makin Melek Digital, Penggunaan QRIS Tumbuh Cepat

327

Volume QRIS di Kepri Tumbuh Capai 23,64 Juta

Batam, PosmetroBatam.co: Selasa (8/7), pukul menunjukan 14.30 WIB, saat Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, masuk ke ruangan Raja Ali Haji di lantai II Gedung Kantor Perwakilan BI Kepri, Batam Centre.

Rony hadir mengenakan baju batik bercorak coklat kemerahan. Kegiatan ini merupakan agenda Kepala Perwakilan
untuk menyampaikan momunikasi Kebijakan Perkembangan Ekonomi Terkini di Kepri, dalam Bincang Bareng Media (BBM).

Satu persatu Rony, memaparkan pertumbuhan ekonomi di Kepri mulai dari prospek perekonomian dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, lalu investasi pembiayaan, overview stabilitas sistem keuangan di Kepri, inflasi Kepri stabil pada kisaran target inflasi nasional.

Kemudian, Creative And Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2 yang bakal digelar, penguatan UMKM untuk daya saing daerah, kegiatan pengembangan UMKM, dan Gebyar Melayu Pesisir 2025

Satu yang menarik di bahas yakni akseptasi QRIS tumbuh positif di Kepri. Rony menyebutkan, bahwa volume penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, di Kepri mencapai 23,64 juta atau 105, 65 % transaksi di bulan Mei 2025.

Di tahun 2023 lalu, volume transaksi QRIS di Kepri tercatat 15,61 juta dengan nominal 2,25 triliun. Tahun 2024, melonjak menjadi 33,94 juta transaksi (tumbuh 117,34% yoy) dengan nilai Rp5,03 triliun.

BACA JUGA:  Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar, Amsakar Tinjau Lokasi Seleksi P3K

“Saat ini, kita melihat penggunaan QRIS, menunjukkan tren pertumbuhan, dari volume, transaksi, jumlan user dan jumlah merchant yang terus tumbuh. Selain itu, transaksi lintas batas, menggunakan QRIS Cross Border juga menunjukkan tren yang sama,” terang pria berkaca mata itu.

Secara nominal, nilai transaksi QRIS di Kepri juga meningkat signifikan, di Mei tercatat sebesar Rp3,34 triliun, atau naik 95,73 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara secara nasional, volume transaksi QRIS mencapai 4,69 miliar transaksi hingga Mei 2025, tumbuh 150,02 persen (yoy). Adapun nilai transaksinya tercatat sebesar Rp468,67 triliun, naik 137,77 persen (yoy).

“Capaian ini tidak lepas dari masyarakat yang sudah beralih bertransaksi secara non tunai. Kita lihat pengguna QRIS sudah bagus di Kepri. Ini menandakan masyarakat sudah terbiasa menggunakan QRIS,” jelas Rony.

Rony menyampaikan, bahwa QRIS tidak hanya memudahkan masyarakat bertransaksi tapi juga cepat, murah, aman, dan handal. Lanjutnnya, QRIS, saat ini sudah menyentuh pedagang kecil seperti warung-warung yang kini menggunakan pembayaran digital.

“Bank Indonesia selalu mendorong pelaku usaha untuk menggunakan inklusi keuangan berbasis digital yakni dengan QRIS,” ucapnya.

BACA JUGA:  Golkar-PAN Dukung Prabowo, PPP: Koalisi Parpol di Parlemen Formasi 2-3-4

Masih kata Rony, pertumbuhan akseptasi QRIS di Kepri terus tumbuh begitu juga penggunaan QRIS lintas negara atau cross-border. Kepri yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Pertumbuhan QRIS ini tidak lepas dari upaya Bank Indonesia dan dukungan dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Ia memastikan pembayaran digital akan terus tumbuh jika didukung oleh semua pihak.

“Bank Indonesia, akan terus mengedukasi masyarakat dalam hal iklusi keuangan. Kami juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung program-program Bank Indonesia,” ucapnya berterima kasih.

Selain QRIS, Rony juga memaparkan kinerja perbankan Kepri terpantau tumbuh baik di Bulan Mei tahun 2025 baik pertumbuhan kredit, Aset, maupun DPK dengan risiko kredit yang tetap terjaga. Di mana, penyaluran kredit masih dalam tren peningkatan jika dibandingkan dengan periode Desember 2024 yang tumbuh 10,93%.

“Di sisi lain NPL juga terus membaik di angka 2,90% pada Desember 2024 menjadi 2,83% pada Mei 2025,” bebernya.

Rony menambahkan, perkembangan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Kepri di bulan Mei 2025 masih tumbuh positif didukung risiko kredit yang tetap terkendali. Sektor industri pengolahan, pergudangan dan transportasi serta perdagangan besar dan eceran
menjadi 3 sektor terbesar penyaluran kredit.

BACA JUGA:  BI Siapkan Layanan Penukaran Uang di Mall dan 147 Loket Perbankan se-Kepri

Sementara Claudia Vannesa (25) warga Tarempa, Anambas, Kepri mengaku digitalisasi sudah mulai berkembang di daerahnya termasuk transaksi non tunai baik di masyarakat dan pemerintah. Meskipun, tinggal di kepulauan terluar dan terkecil di ujung “Laut China Selatan” bukan berarti gagap teknologi (Gaptek).

“Kalau dibilang gaptek tidak juga tapi semakin hari masyarakat juga sudah pintar bertransaksi menggunakan QRIS, terutama Gen Z,” ucapnya.

Perempuan yang juga ASN di Dinas Pariwisata Anambas itu mengaku sudah mengenal QRIS sejak masa kuliah di Batam. Sehingga, ia tidak kesulitan saat bertransaksi di Tarempa, tempat kelahirannya.

“Di tempat makan maupun mini market juga sudah menyediakan QRIS di meja kasir untuk memudahkan masyarakat bertrasaksi,” kata gadis keturunan itu.

Selain di pemerintah dan semua dinas setempat juga sudah terlebih dahulu menerapkan transaksi non tunai.
Nasabah bank BCA, harus mengikuti perkembangan zaman yang saat ini sudah digitalisasi.

“Transaksi menggunakan QRIS aman dan cepat tanpa ribet. Sekarang jarang membawa uang. Biasanya, kalau kemana-mana harus bawa uang, sekarang sudah tidak,” ucapnya. (habibi)