Batam, Posmetrobatam.co: NVIDIA semakin memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem teknologi di Indonesia melalui kolaborasi akademik di Politeknik Negeri Batam, sekaligus memperkenalkan lini GeForce RTX™ Series terbaru yang mendukung pembelajaran masa depan, riset lanjutan, dan produktivitas kreatif.
Melalui kerja sama ini, NVIDIA menegaskan pentingnya investasi langsung di lingkungan kampus agar talenta digital Indonesia dapat menguasai teknologi AI sejak dini, mulai dari riset, pembelajaran, hingga pengembangan proyek praktis.
Kegiatan yang digelar di Politeknik Negeri Batam selama dua hari dari tanggal 7-8 Januari, menghadirkan presentasi teknologi, workshop, dan demo produk. Para dosen dan mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan GPU untuk mempercepat komputasi paralel, simulasi, deep learning, dan pemodelan data berskala besar.
Dalam sesi talkshow, Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, menekankan bahwa GPU modern, terutama NVIDIA GeForce RTX™ 50 Series, menjadi tulang punggung pengembangan AI global.
“Performanya memungkinkan lembaga pendidikan, industri, dan startup merancang solusi yang sebelumnya mustahil dilakukan dengan CPU tradisional,” ujarnya, Kamis (8/1).
Dalam pemaparnya, bagaimana manfaat AI di sektor pendidikan, dari personalisasi pembelajaran, manajemen administrasi kampus, hingga analisis data besar untuk riset ilmiah. AI memungkinkan simulasi real-time dalam bidang teknik dan sains, serta pengembangan infrastruktur cerdas seperti sistem keamanan berbasis vision AI dan chatbot layanan akademik. Semua kemampuan ini kini lebih mudah diakses mahasiswa berkat GPU RTX terbaru yang mendukung pemrosesan AI langsung dari laptop pribadi.
Di industri, AI mendorong efisiensi dan inovasi, dari desain otomotif, layanan kesehatan, otomasi manufaktur, hingga produksi kreatif. Anjas Maradita, arsitek bisnis AI dan konten kreator, menekankan bahwa kombinasi GPU dan AI mempercepat ratusan eksperimen yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam.
Adrian menekankan bahwa mahasiswa Indonesia berada pada momentum tepat untuk memanfaatkan AI, baik untuk belajar, meneliti, maupun menciptakan solusi nyata bagi industri. NVIDIA, melalui investasi di dunia pendidikan dan kemitraan kampus, berupaya memastikan talenta digital Indonesia dapat bersaing di tingkat global.
Adrian Lesmono menegaskan, Indonesia membutuhkan talenta yang melek AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi dalam memecahkan masalah, bukan sekadar jalan pintas untuk tugas kuliah.
“Peran universitas seperti Politeknik Negeri Batam sangat strategis dalam mengembangkan talenta dan ekosistem AI,” ucapnya.
Ahmad Hamim Thohari, Kepala Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam, menambahkan, AI mendukung produktivitas, tetapi tetap memerlukan sentuhan manusia. “Kolaborasi manusia dengan AI meningkatkan produktivitas dan membantu memecahkan persoalan kompleks,” jelasnya.
Senada, Miratul Khusna Mufida, Sekretaris Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Batam, menegaskan, AI tidak menggantikan manusia, tetapi mereka yang tidak memahami AI akan tergantikan oleh mereka yang melek AI. “Kami mendorong mahasiswa Politeknik Batam menjadi generasi paham AI,” bebernya.
Politeknik Negeri Batam sendiri telah mengembangkan berbagai riset berbasis AI, termasuk aplikasi navigasi parkir, deteksi pengendara tanpa helm, deteksi korban bencana, penyaringan sampah laut, hingga seleksi perkawinan domba untuk peternakan lokal.(hbb)









