Angka Pengangguran di Kepri Tinggi, Pemprov akan Gelar Pelatihan Vokasi Tahun 2026 Rp 3 Miliar

221

Pinang, Posmetrobatam.co: Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar pada tahun 2026 untuk merealisasikan program pelatihan vokasi,  guna mempersiapkan tenaga kerja berkompeten dan siap pakai.

“Program vokasi fokus pada penguasaan keterampilan praktis dan teknis sesuai kebutuhan industri,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Jumat (7/11).

Selain itu, kata Ansar, pola pelatihan vokasi tahun 2026 tidak lagi didominasi kelas-kelas formal, melainkan menggunakan sistem magang di perusahaan-perusahaan.

Pola tersebut, lanjutnya,  dirancang agar peserta langsung mendapatkan sertifikat resmi dari perusahaan setelah selesai magang, sehingga meningkatkan peluang mereka langsung direkrut perusahaan bersangkutan atau mendapatkan pekerjaan di tempat lain.

“Untuk sistem magang di perusahaan, kami (pemprov) hanya membantu biaya transportasi dan makannya saja,” ucap Ansar.

BACA JUGA:  ASN dan Guru Harus Melek Literasi Pasar Modal

Pihaknya berupaya maksimal menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten melalui berbagai pelatihan vokasi sesuai kebutuhan industri, seperti pelatihan las, pemasangan instalasi listrik, menjahit, pembuatan kue, hingga pelatihan kecerdasan buatan(AI).

Selain itu, kata dia, menggenjot investasi guna membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi pekerja lokal. Per Oktober 2025 realisasi investasi dalam dan luar negeri di Kepri mencapai Rp27 triliun.

Menurut Ansar Kepri menjadi salah satu magnet pendatang dari luar daerah untuk mencari pekerjaan seiring pertumbuhan investasi yang terus meningkat.

“Khususnya di Batam sebagai kawasan industri. Makanya, jangan heran kalau salah satu pemicu angka pengangguran di Kepri itu disumbangkan pendatang dari luar daerah,” ucap Ansar.

BACA JUGA:  Tidak Ada Jordi Amat, Kini Timnas Indonesia Ada Jay Idzes dari Eropa

Sementara berdasarkan data BPS Kepri per Agustus 2025, sebanyak 72.560 warga dari total 1,12 juta angkatan kerja masih belum mendapatkan pekerjaan.

Jumlah pengangguran di Kepri mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibanding periode Agustus 2024 yaitu dari 71.570 orang (6,39 persen) menjadi 72.560 orang (6,45 persen) pada Agustus 2025.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri bertambah sebanyak 990 orang pada Agustus 2025,” kata Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati di Tanjungpinang, Jumat.

Margaretha menyampaikan jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) di wilayah Kepri periode Agustus 2025 sebanyak 1,64 juta orang, bertambah 28,02 ribu orang dibandingkan Agustus 2024 seiring bertambahnya jumlah penduduk setempat.

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu sebanyak 1,12 juta orang (68,23 persen). Sedangkan 31,77 persen lainnya merupakan bukan angkatan kerja.

BACA JUGA:  FOTILE, peralatan dapur nomor satu di Batam menghadirkan FOTILE LUNA Series

“Dari 1,12 juta angkatan kerja, sebanyak 1,05 juta orang bekerja dan 72.560 orang menganggur,” ungkapnya.

Kepala BPS menambahkan TPT Kepri periode Agustus 2025 yang sebesar 6,45 persen menunjukkan dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar enam sampai tujuh orang penganggur.(ant)