BATAM, POSMETROBATAM.CO: : Bagi pecinta kucing yang ingin memiliki hewan peliharaan imut dan menggemaskan, Sinergy Cattery kini menghadirkan pejantan impor dari Belanda.
Melihat tren adopsi kucing ras yang semakin populer, Amalia, seorang pencinta kucing sejak remaja, memutuskan untuk membuka jasa adopsi kucing bernama Sinergy Cattery. Sejak tiga tahun lalu, ia telah membantu banyak adopter mendapatkan kucing impian mereka, bahkan beberapa selebgram dan artis telah mengadopsi kucing dari tempatnya.
Adapun, kucing import dari Belanda namanya Black Lake dan Van Arthur.
“Saat ini, Sinergy Cattery memiliki kucing ras impor dari Belanda. Untuk anak kucing dengan sertifikat (pedigree), harga adopsi berkisar antara Rp10-15 juta. Sementara untuk kucing tanpa sertifikat (non-ped), kami tawarkan Rp6-7,5 juta, dengan fasilitas buku vaksin,” ujar Amalia, Minggu (9/2).
Selain itu kata Amalian, Sinergy Cattery juga punya kucing British Shorthair. Pihaknya mengirim kucing-kucing ke kota lain seperti Surabaya, Jakarta, Palembang, Surakarta, Bandung dan Bogor. Hewan lucu berbulu ini dapat diadopsi setelah umur 3 bulan setelah diberi vaksinasi dan diperiksa didinas kesehatan sebelum melakukan pengiriman luar kota, ujarnya.
“Kami juga bisa mengirim kucing – kucing tersebut ke semua kota di Indonesia,” jelas dia.
Meski harganya tidak murah, kecintaan terhadap hewan berbulu ini membuat banyak orang rela merogoh kocek lebih dalam. Bahkan, kucing-kucing dari Sinergy Cattery kerap mengikuti kompetisi dan memenangkan perlombaan komunitas kucing.
Namun, di balik usaha ini, Amalia juga menghadapi berbagai tantangan. Merawat belasan hingga puluhan kucing bukan perkara mudah. Mulai dari menangani kucing yang sakit, perubahan suasana hati, hingga saat mereka memasuki masa birahi.
“Kalau dicakar itu sudah biasa. Belum lagi kalau musim hujan, kucing-kucing bisa terkena flu. Kita harus siap siaga, karena merawat mereka bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memastikan kesehatannya,” tuturnya.
Amalia menjelaskan bahwa istilah adopsi lebih tepat dibandingkan dengan “membeli” kucing. Adopter yang ingin memiliki kucing dari breeder perlu membayar sejumlah uang, yang dianggap sebagai pengganti biaya perawatan, pakan, dan pengasuhan selama ini.
Ia pun berharap semakin banyak orang yang benar-benar mencintai kucing, tidak hanya karena tren semata, tetapi juga menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga.
“Harapan saya, semakin banyak orang yang peduli terhadap kucing jalanan. Populasi kucing di Batam terus meningkat, jadi akan lebih baik jika ada yang mau merawat dan menyayangi mereka,” kata Amalia.
Bagi yang ingin tahu lebih lanjut tentang perawatan dan adopsi kucing ras, Amalia membuka kesempatan untuk berdiskusi melalui akun Instagram @SinergyCattery.
“Mudah-mudahan saya bisa membantu menjawab pertanyaan teman-teman pecinta kucing,” tutupnya.(hbb)