Natuna, Posmetrobatam.co: Solidaritas kekeluargaan dan peduli sesama yang kuat, ditunjukkan oleh Perantau Minang yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Minang Sakato (HKMS) Kabupaten Natuna yaitu melalui penggalangan dana Bencana Alam Sumatera Barat.
Penggalangan dana tersebut berlangsung di Jalan Datuk Kaya Mohammad Benteng, Ramai, tepatnya di pertigaan Lampu Merah Masjid Jamik, Ranai, Minggu, 7 Desember 2025 sore.
Ketua Himpunan Keluarga Minang Sakato (HKMS), H. Khairullah mengatakan penggalangan dana bencana Sumatra Barat ini untuk membantu para korban yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Yang mana sebut H. Khairullah dalam bencana alam tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa yang banyak, juga menimbulkan kerugian harta benda yang tak sedikit, mulai dari rumah tempat tinggal, sawah, ladang hingga pakaian yang hanya tersisa di badan.
“Bencana yang terjadi di Sumatra Barat dan di daerah lain itu sangat luar biasa dahsyat. Bahkan mengakibatkan luka yang mendalam hingga ratusan orang meninggal dunia,” ungkap H. Khairullah.
Dikatakan H. Khairullah penggalangan dana atau kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat asal Sumatra Barat termasuk para mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna.
“Inilah sebagai bentuk solidaritas kami sebagai anak Minang Sumatra Barat. Apa yang dirasakan di sana begitu juga kami tinggal di rantau, khusus di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau,” kata H. Khairullah yang merupakan perantau asal Batu Sangkar Sumatera Barat.
H. Khairullah turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana yang menimpa kampung halaman, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat Natuna untuk bersama-sama membantu pemulihan pasca bencana.
“Meskipun yang diberikan atau yang disumbangkan sedikit, namun sangat berarti bagi yang kena musibah. Semoga bantuan yang berikan oleh masyarakat Natuna ini bermanfaat bagi korban bencana alam Sumbar,” kata H Khairullah.
Melalui gerakan peduli bencana alam Sumbar sambung H Khairullah membuktikan betapa kuatnya ikatan sosial dan rasa kepedulian perantau terhadap tanah kelahiran perantau Minang. Dan penggalangan dana ini menjadi modal utama dalam menghadapi krisis kemanusiaan akibat bencana alam beberapa waktu lalu.
“Ikatan batin bagi perantau asal Sumatra Barat dengan kampung halaman tak bisa lepas. Meskipun rantau itu jauh,” sambung H. Khairullah juga mantan Kepala Sekolah SMA I Ranai, Kabupaten Natuna.
Sementara itu, koordinator penggalangan dana Bencana Alam Sumatera Barat, dr. Faisal menjelaskan bahwa hasil penggalangan dana diposko lampu merah hari pertama, Selasa (2/12) berjumlah Rp11.342.000,. (sebelas juta tiga ratus empat puluh dua ribu rupiah).
Kemudian, pada pelaksanaan kedua, Sabtu (diperoleh sumbat dari masyarakat Natuna berjumlah Rp.7.532.000,. (tujuh juta lima ratus tiga puluh dua ribu rupiah.
Dan pada hari Minggu tgl 7 Des 2025, penggalangan terakhir di dapat donasi sebesar Rp 5.596.000,. (Lima juta lima ratus sembilan puluh enam ribu rupiah)
“Kalau di totalkan sekitar Rp 24.470.000,. Atau dua puluh empat juta empat ratus tujuh puluh ribu rupiah,” terang dr. Faisal.
Sumbangan atau donasi ini ujar dia akan diserahkan bersamaan ddengan penggalangan dana Bencana Alam Sumatera Barat di Provinsi Kepulauan Riau.
“Seaui kesepakatan bersama, dana atau donasi ini akan di serahkan pada tanggal 15 Desember 2025 nanti kepada koordinator di tingkat provinsi Kepulauan Riau,” ujar Faisal.
Dr. Faisal turut menyampaikan atensi dan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penggalangan dana ini.
“Semoga yang kita lakukan ini
bermanfaat bagi korban bencana dan menjadi amal jariyah bagi penyumbang,” tutup Koordinator penggalangan dana Bencana Alam Sumatera Barat, dr. Faisal. (maz)









