Isu Gangguan Pasokan BBM Akibat Perang AS-Israel Vs Iran, Masyarakat Berbondong ke SPBU

16

Jakarta, Posmetrobatam.co: Masyarakat diminta untuk tidak “panic buying” bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) RI, Mufti Mubarok dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh. Masyarakat dilaporkan berbondong-bondong membeli BBM setelah beredar isu terkait potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.

Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan karena distribusi menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.

BACA JUGA:  Kader PSI Hendak Pakaikan Jaket tapi Ditolak Gibran, Giring Sampaikan Permintaan Maaf

Mufti menegaskan, Indonesia memiliki banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

“Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan, dalam kondisi apa pun, negara harus hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

“Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

BACA JUGA:  93 Pegawai Terlibat Pungli dan Pemerasan di Rutan KPK, Penyidikan Dilanjutkan

“Operator transportasi publik harus bersiap jika terjadi lonjakan pengguna. Ada kemungkinan terjadi shifting dari transportasi pribadi ke transportasi publik sebagai bentuk efisiensi penggunaan energi,” kata Mufti.

Di sisi lain, BPKN juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar di seluruh wilayah, terutama menjelang periode arus mudik Lebaran.

“Pertamina harus segera memastikan stok BBM di jalur-jalur mudik mencukupi sehingga masyarakat tidak khawatir dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa stok energi nasional masih dalam kondisi aman dan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi pasokan energi.

BACA JUGA:  PNS Malaysia Diizinkan Mengenakan Batik Setiap Hari Kerja, Ternyata Ini Alasannya

Hal senada disampaikan pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi yang menilai panic buying justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi BBM di lapangan.

“Jika masyarakat membeli secara berlebihan, maka distribusi yang sebenarnya cukup bisa menjadi terganggu,” ujarnya.

Karena itu, berbagai pihak berharap masyarakat tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak agar stabilitas pasokan BBM nasional tetap terjaga.(ant)