Heboh, Negara India akan Ubah Namanya Menjadi ‘Bharat’, Berikut Alasannya

62
India berencana mengubah namanya jadi Bharat. (Aljazeera)

Perdana Menteri India, Narendra Modi, dilaporkan telah mengganti nama negara India menjadi ‘Bharat’. Kontroversi itu diketahui pada saat kegiatan makan malam bersama seluruh tamu KTT G20.

Isyarat keinginan untuk mengganti nama negara ini muncul dalam undangan makan malam rangkaian acara KTT G20. Undangan yang dikirimkan oleh Presiden India Droupadi Murmu menyebutnya sebagai ‘Presiden Bharat’.

Spekulasi tersebut membuat gempar masyarakat India dan memunculkan isu bahwa pemerintah mungkin akan mengubah nama negara tersebut.

Para kritikus juga turut menanggapinya dan berpendapat bahwa pemerintah mendorong agar nama ‘Bharat’ diubah secara resmi.

Dikutip dari laman Al Jazeera, pada Kamis (7/9), pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi mengganti nama India dengan kata dari bahasa Sansekerta ‘Bharat’. Droupadi Murmu disebut sebagai ‘Presiden Bharat’, bukan ‘Presiden India’.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Jadi Korban Pesawat Jet Bisnis Jatuh di Selangor

Berdasarkan penjelasannya, India merupakan teks dalam bahas Inggris dan Bharat merupakan teksnya dalam bahasa Hindi.

Namun, pada undangan makan malam KTT G20 yang menggunakan bahasa Inggris, Murmu justru disebut sebagai presiden ‘Bharat’ bukan India.

Menurut informasi yang didapat, alasan India berniat mengganti namanya yakni guna untuk menghilangkan simbol-simbol pemerintahan Inggris yang tersisa dari lanskap perkotaan, institusi politik dan buku sejarah.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi apakah langkah tersebut sedang direncanakan, namun anggota pemerintah dan partai berkuasa BJP telah menyarankan agar nama ‘Bharat’ lebih diutamakan daripada India. (jp group)