Batam, posmetrobatam.co: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, memastikan inflasi Kepri pada Maret 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran.
“Inflasi Kepri pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,08% (mtm), menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan juga lebih rendah dari nasional, sehingga menunjukkan stabilitas harga tetap terjaga,” ujar Rony, Senin (6/4).
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi tahunan Kepri sebesar 3,23% (yoy), lebih rendah dibandingkan Februari (3,54%) dan di bawah inflasi nasional 3,48%. Kepri juga menjadi provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima di Sumatera.
Menurut Rony, inflasi terutama didorong kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya udang basah, bayam, dan daging ayam ras seiring meningkatnya permintaan selama Idulfitri.
“Namun, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga emas perhiasan serta turunnya tarif angkutan udara dan laut akibat kebijakan diskon transportasi,” jelasnya.
Rony menegaskan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
“Kami konsisten melakukan berbagai langkah stabilisasi, mulai dari koordinasi TPID, edukasi masyarakat, hingga pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah,” katanya.
Ke depan, BI mengingatkan sejumlah risiko inflasi yang perlu diwaspadai, seperti potensi El Nino, normalisasi tarif transportasi, dan kenaikan harga energi global.
“Meski demikian, kami optimistis inflasi tetap terkendali didukung normalisasi harga emas dan pergeseran musim panen pangan,” ujar Rony.
Ia menegaskan, BI bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan produksi pangan, serta memperluas kerja sama antardaerah guna menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2026.(hbb)









