Batam, Posmetrobatam.co: Kasus penganiayaan yang menyebabkan Dwi Putri Aprilian Dini (25), warga asal Provinsi Lampung meninggal dunia terus diselidiki jajaran Polsek Batu Ampar yang diduga masih bisa dikembangkan ke tindakan pidana lainnya.
“Polresta melalui Satreskrim melakukan back up untuk bekerjasama dengan penyidik dari polsek Batu Ampar untuk melakukan penyidikan. Ini sedang kita kembangkan,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Jumat (5/12) di salah satu kegiatan di Hotel Planet Holiday, Batam.
Zaenal juga sedang melakukan penyidikan terkait dugaan kasus ini berunsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan menggunakan penyalur tenaga kerja.
“Ya, saya minta tolong rekan-rekan kerjasamanya sabar, Insya Allah kita bongkar habis, termasuk unsur TPPO sedang kita selidiki. Percayalah kita akan lakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh,” pungkasnya.
Kasus pembunuhan oleh 4 orang tersangka yaitu Wilson, Anik alias Mami, Putri Angelina alias Papi Tama, dan Salmiati alias Papi Charles tergolong sadis.
Pembunuhan yang diawali penganiayaan ini berawal dari korban yang akan dijadikan calon pemandu lagu (LC) oleh agen lowongan kerja yang dimiliki Wilson. Wilson juga melakukan ritual sebelum korban dipekerjakan, tidak bisa meminum minuman beralkohol secara berlebihan yang disuguhkan. Juga dipicu video rekayasa yang seakan korban menganiaya Anik, pacar Wilson yang juga bekerja di agency tersebut.
“Karena kesal, WL marah kepada korban sehingga terjadi penganiayaan dengan memukul korban di sekitar leher dan perut yang membuat korban beberapa kali terbentur ke dinding,” terang Kapolsek Batu Ampar, Kompol Ambu Abdullah.
Tidak hanya disiksa melakukan pukulan, mulut karena juga di tutup dengan lakban dan hidungnya dimasukan air dengan selang yang mengakibatkan korban akhirnya meninggal dunia.
Usai diketahui tidak bergerak, para pelaku panik dan membawa korban ke rumah sakit yang jauh dari tempat kejadian perkara yaitu di kawasan perumahan di Jodoh, Batuampar ke Rumah Sakit Elisabeth, Sei Lekop, Sagulung.
“Saat dibawa ke rumah sakit, petugas curiga dan petugas keamanan melapor ke Polsek terdekat,” terang Ambu.(abg)









