Sumatera Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Ketiga di Kuartal I 2025

317

Kepri Jadi Motor Penggerak dan UMKM Diperkuat

Batam, Posmetrobatam.co: Wilayah Sumatera mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga pada kuartal pertama tahun 2025 dengan angka 4,85 persen secara year on year. Posisi teratas dipegang oleh Sulawesi dengan pertumbuhan 6,4 persen, disusul Jawa di angka 4,99 persen.

Dari wilayah Sumatera, sektor yang mendominasi adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang berorientasi ekspor. Namun, harga komoditas ekspor utama seperti CPO, minyak mentah, dan batu bara menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun 2022.

Menurut Khoirul Muttaqien, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara sekaligus Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara, memyebutkan, pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Utara menunjukkan Kepri sebagai daerah unggulan dengan pencapaian 5,16 persen, melampaui angka nasional sebesar 4,87 persen.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Sumatera Bagian Utara masih di bawah rata-rata nasional, kecuali Riau dan Kepri yang tampil lebih baik. Sektor industri pengolahan dan pertanian menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

BACA JUGA:  Di Tengah Terik Matahari, Mahfud Md Berkampanye di Batam

“Kalau dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan ekspor masih menjadi pilar utama struktur perekonomian Sumatera Bagian Utara,” jelasnya, saat Media Gathering OJK se Regional Sumbangut, dii Jakarta, Senin (4/8) malam.

Untuk periode kuartal pertama 2025, Kepulauan Riau memimpin pertumbuhan regional diikuti oleh Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Aceh. Sektor pertanian dan industri pengolahan menjadi penggerak utama.

Acara Media Gathering OJK se Regional Sumbangut, di Jakarta dibuka anggota Dewan Komisioner OJK Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi. Dan dihadiri oleh Khoirul Muttaqien, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Roni Nazra, Kepala OJK Sumatera Barat, Triyoga Laksito, Kepala OJK Provinsi Riau, Kepala OJK Provinsi Aceh Daddy Peryoga, dab Sinar Danandjaya, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

BACA JUGA:  Selalu Ada di Bulan Ramadan, Inilah Manfaat Bagi Kesehatan Mengkonsumsi Cincau Hitam

Untuk periode kuartal pertama 2025, Kepri memimpin pertumbuhan regional diikuti oleh Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Aceh. Sektor pertanian dan industri pengolahan menjadi penggerak utama. Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara sektor perekonomian dan pemerintah daerah melalui berbagai program kerja kolaboratif.

“Salah satu inisiatif kami adalah business matching dengan pelaku UMKM untuk memberikan pemahaman akses pembiayaan yang benar, sehingga mereka terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal, rentenir, dan judi online,” jelas Sinar.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri menjalankan program Kredit Subsidi 0 persen yang telah dimanfaatkan oleh 1.409 pelaku UMKM di wilayah tersebut sejak 2021 hingga 2024, dengan total penyaluran dana sebesar Rp30,75 miliar.

BACA JUGA:  BP Batam Gelar Turnamen Catur dan Bowling di Hari Bakti BP Batam ke-53

“Program ini membantu pelaku UMKM mendapatkan tambahan modal tanpa bunga karena beban bunga ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Ini merupakan langkah strategis dalam penguatan UMKM sebagai pilar pembangunan daerah sekaligus membuka lapangan kerja dan mendukung pemulihan ekonomi,” ujar Sinar.

Tidak hanya itu, Provinsi Kepri juga menyediakan program subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi 40.741 nelayan dan petani. Program ini memberikan perlindungan asuransi dan jaminan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok yang menjadi pilar penting ekonomi daerah.

“Perlindungan asuransi dan jaminan sosialn untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk ekonomi daerah,” pungkas Sinar. (hbb)