Nilai IPK Tinggi Tidak Menjamin Kesuksesan, Begini Penjelasan dr. Tirta

413
dr. Tirta membahas jika cumlaude dengan nilai IPK tinggi tidak perlu dikejar./HAS Creative

Menurut dr. Tirta, nilai IPK tidak perlu karena hanya sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa tersebut selama kuliah dan untuk penyerapan ilmu.

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Tirta saat menjadi bintang tamu di acara podcast PWK (2/6), bersama Praz Teguh sebagai pembawa acara.

Menurut dr. Tirta masalah IPK perlu diluruskan, tidak semua perusahaan membutuhkan nilai IPK sebagai syarat kualifikasi penerimaan karyawan, hal tersebut akan terpakai jika ada tiga hal.

Pertama tenaga kesehatan, karena para mahasiswa harus menyerap ilmu yang ada. Jadi ilmunya harus terserap dengan baik, supaya tepat saat sedang mendiagnosa suatu penyakit dan jika nilai IPK buruk, kemungkinan salah diagnosa lebih rentan bisa terjadi.

BACA JUGA:  Ciri-ciri Pria Tak Bahagia

Kedua adalah dosen, guru dan pengajar, karena tugas mereka untuk menyalurkan ilmu yang sebelumnya sudah didapatkan saat dibangku kuliah.

Ketiga adalah peneliti, dimana tugasnya adalah meneliti hal baru yang akan dibagikan kepada khalayak umum melalui jurnal.

Selain itu, profesi seperti arsitek atau akuntan akan jarang ditanyakan mengenai nilai IPK, yang terpenting adalah pengalaman.

“IPK itu penting sebagai bentuk tanggung jawab kita menyerap ilmu, kalau untuk faktor kesuksesan itu yang penting tiga hal,” jelas pria dengan nama Tirta Mandira Hudhi.

“Pertama networking, kedua channel pekerjaan, ketiga privilege, empat keberuntungan.”

Praz bertanya jika keberuntungan ada di urutan terakhir, dan dibenarkan oleh pria yang meraih gelar cumlaude saat menempuh S1 dan S2 ini.

BACA JUGA:  Siapa Yang Punya Zodiak Ini Berbahagialah, Selalu Membawa Keberuntungan Kemanapun Mereka Pergi

“IPK itu nomor-nomor bawah, IPK mu 3.9 tapi kamu jarang nongkrong, di rumah terus, gak punya loker (info lowongan pekerjaan). Masa salahnya IPK.”

Dalam hal tersebut pria kelahiran 30 Juli 1991 ini, mengambil contoh Gibran yang tidak meraih nilai IPK cumlaude tapi bisa mengajukan diri menjadi wakil presiden.

“Tapi harus ada tempat itu, ini enggak ngerujak (menyindir Gibran), bisa jadi motivasi loh. Ini artinya walaupun IPK mu 2.5, 2.7 itu tidak menghalangi mimpimu di masa depan.”

“Karena faktanya, selama aku liat hrd enggak ada yang tanya IPK mu berapa. Mereka cuma tanya tiga hal, kamu kampus mana, sekolah berapa tahun, terus pengalaman kerjamu apa aja,” jelas dr. Tirta. (jpg)

BACA JUGA:  Anak Cucunya Auto Kaya Tak Perlu Kerja Keras, Inilah Keunikan Para Weton Ini