Metro Forum Bersama Kadisdukcapil Kota Batam, Adisthy – Benahi Administrasi Tanpa Perantara, Perkuat Sistem Digital

274
Host, Kapten Hary dan Kadisdukcapil Batam Adisthy.

Untuk pertama kalinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam dipimpin oleh seorang perempuan. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik Adisthy sebagai kepala dinas dalam pelantikan di Aula Engku Hamidah, Kamis (13/11) lalu.
Selain perempuan pertama di posisi itu, Adisthy juga termasuk kepala dinas termuda di lingkungan Pemko Batam.

“Pelayanan kependudukan harus dibenahi dengan semangat baru dan inovasi,” kata Amsakar dalam sambutannya.

Sebelumnya, Adisthy memimpin Kecamatan Lubukbaja. Dengan program “Lubukbaja Berada” (Lubukbaja Bersih dan Waspada), mesti diacungi jempol. Program ini melibatkan warga untuk partisipasi menjaga kebersihan dan kewaspadaan lingkungan.

Kini, sebagai Kepala Dinas, telah disiapkan beberapa program memperluas layanan digital, memperbanyak program jemput bola ke kecamatan, dan mengedukasi warga soal pentingnya administrasi kependudukan.

Selasa (2/11) siang, Posmetro Batam mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan Kadis termuda di Kota Batam ini. Berikut petikan obrolan di Program Metro Forum Posmetro yang dipandu, Kapten Hary:

Seperti apa perasaan saat ditunjuk sebagai Kadisdukcapil, dan juga disebut Kadis termuda?


Mudah-mudahan bisa menjelaskan untuk masyarakat Batam. Saya dilantik tanggal 13 November lalu. Memang masalah kependudukan ini berat. Ini tidak bisa main-main.

Data kependudukan ini, memang harus dijaga kerahasiaannya. Alhamulillah dengan tim kerja yang luar biasa, semoga kita bisa bekerja dengan baik. Bicara soal kependudan, ini adalah memang jendelannya kota Batam.

Sebelum menjadi Kadisdukcapil, bertugas dimana?


Pertama pegawai di Provinsi Riau, lalu menikah ikut suami ke Batam. Saya masuk ke Batam 2008, bertugas di BKD, lalu di Kecamatan Batam Kota, kemudian bertugas di Bapenda, Kemudian di Disperindag, pariwisata, lalu Camat di Lubukbaja.

Seperti apa program IKD, mungkin bisa diberikan penjelasan?


IKD ini dari tahun 2022, sudah direncanakan di Mendagri kemudian disoaisialisasi keseluruh kota di Indonesia. Target kita di awal, kita sosialisasi di pegawai. Kemudian ke masyarakat.

Ini kita juga jemput bola, ke mall, di sekolah sekolah, kebetulan karena mitra di komisi 1 DPRD Batam, kita membersamai saat reses. Memang sosialisasi ini harus terus dijalankan.

BACA JUGA:  Bawa Sabu dan Senpi dari Batam ke Bintan, 6 Pelaku Dibekuk Polisi

Karena banyak penipuan, warga yang menerima WA. Jadi kami juga mensosialsaissikan, terkait melalui WA. tidak ada aktifasi melalui WA atau telpon. Jadi harus face to face.

Jadi ini memang terus disosialisasikan. Ini memang sedang digodok aturannya di pusat soal IKD ini, kemudian diimplementasikan ke daerah. Dan sekarang kita sedang menunggu perdanya.

Belum semua secara menyeluruh tapi sudah ada beberapa pelayanan yang sudah menggunakan IKD ini. Satu tahun kedepan, terus melakukan sosialisasi. Perkiraan 2026/2027 sudah rampung semua sudah menggunakan IKD.

Soal Kesiapan infrastruktur dan SDMnya seperti apa?


Mungkin SDM masih kurang, infrastruktur masih diperbaiki. Ini memang sifatnya mobile, dan masih terbatas. Tapi kita sudah ajukan, untuk pemenuhan mengejar target dari pusat. KOta Batam masih sedikti kurang dari target.

Sudah berapa persen?


Hampir mencapai tujuh persen lah.

Bagiamana maslaah keamanan data kita, apakah Disdukcapil bisa menjamin?


Jadi kita sudah melakukan pakta ingtegritas. Soal keamanan dan operator. Jadi operator, baik di kecamatan, wajib menjaga keamanan dan kerahasiaan indentitas.

Kalau hendak melakukan pengelohaan data juga kita hrus mengajukan izin ke pusat terlebih dahulu, bersurat dulu mennggu persetujuan dari pusat.

Apa keuntungan bagi masyarakat menggunakan IKD ini?


Tidak perlu lagi membawa KTP fisik. Beberapa bank sudah memanfaatkan IKD ini, cukup menunjukkan IKD yang di HP sudah bisa melakukan proses di Bank. IKD ini bisa merubah data, mengupdate. Datanya lebih jelas.

Kalau bank, sudah ada berapa yang bisa menggunkan IKD ini?


Ada beberapa; BCA, BNI dan BRI. Kalau BPJS sudah juga, tinggal menunjukkan NIK. Ada juga bidang kerjasama yang butuh persetujuan dari pusat, pemanfaatan data, ini perlu persetujuan dari pusat.

Apa tantangan terbesar untuk mendorong masyarakat beralih ke IKD?


Memang kesadaran masyarakat masih kurang, juga pamahanan digital ini. Kita selalu menyampaikan soasialisasi. Memang mau tidak mau, suka tidak suka kita juga sudah harus menggunakan IKD ini. Tapi sejauh ini, kami mengujungi kebberapa kecamatan alhamdulillah semua menyambut baik.

Tapi teknologi di masyarakat kita, ini masih sangat kurang melek teknologi. Ada juga masalah keterbeatasan teman teman di hinterland. Seperti apa mengatasi persolan seperti ini?


Tim kerja juga sudah turun jemput bola. Karena memang, masalahnya misalnya tidak ada paket, jaringan internet, Kita juga tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan dinas lain.

BACA JUGA:  Filosofi yang Mendalam dari Baju Adat Ageman Songkok Singkepan yang Dikenakan Presiden Jokowi

Kalau syarat syarat untuk IKD apa saja?


KTP saja, bawa KTP lalu aktifasi. Download di HP, aplikasi IKD. Bisa ke Disduk dan kecamatan.
Jadi masyarakat yang ingin beralih, tinggal downad dulu, lalu diaktifasi oleh petugas. Ini perlu kita imbau, prosesnya harus bertatap muka. Kalau dapat WA daro IKD jangan di klik. Tidak ada juga melalui telpon.

Apa target jangka pendek dan jangka panjang untuk IKD?


Jangka pendek sudah kita lakukan, dan terus kita lakukan. Sambil menunggu fiknya aturan dari pusat. Kita juga terus bersoasilaisi di media sosial. Di kecamatan saling koordinasi.

Ada rencanaa IKD ini dinintegrasikan dengan pelayanan yang lain?


Ini juga yang sedang kita tunggu aturan dari pusat.
Masih merancang dari pusat. Akhir Desember kita berangkat lagi ke pusat lalu bisa dapat kerangka, seperti apa IKD kedepannya.

Kita coba bergeser, ke masalah lain. Berapa jumlah riil penduduk kota Batam?
Kalau Disdukcapil, ini pendaftaran dan pencataatan, jadi riil timenya sesuai dengan di SIAK. Jumlah penduduk Batam di angka 1.367.000 . Ini maasih di semeseter satu 2025.

Nanti semester dua, baru bisa kita dapatkan di Januari 2026.

Dulu sempat bermasalah pengurusan KTP terutama masalah blanko, sekarang seperti apa?
Saat ini, mulai Oktober 2025 kita delegasikan ke kecamatan, blanko sebentar lagi kita ambil ke Dirjencapil ada blanko hibah, sekitar 200 ribu. Menurut perhitungan rencana kita harusnya cukup.

Soal pelayanan KTP saat ini seperti apa?
Lebih mudah, bisa lewat website lakse, IKD. Tidak perlu lagi ada alasan tidak ada waktu. Dengan adanya Lakse dan IKD kapan pun bisa. Tidak perlu lagi datang. Kecuali ganti foto, dan perubahan data. Jadi selama tidak ada perubahan data atau ganti foto bisa melalui online.

BACA JUGA:  Sabu 40 KG di Batam Diduga Masuk Jaringan Fredy Pratama, Kapolresta: Kita Dalami

Bagaimana dengan yang pindah kota, keluar Batam?
IYa cukup pakai lakse juga sudah bisa. Isi permohonan pindah keluar, masukkan data, lalu diproses.

Bagaimana kalau yang baru mau ngurus KTP, anak sekolah misalnya?
Tinggal bawa KK langsung ke kecamatan. Karena harus melakukan rekam foto, sidik jari.

Berapa tingkat pertumbuhan penduduk Batam per tahunnya?
2,8 persen. Secara nasional ini termasuk tinggi.

Di luar soal permasalah IKD atau masalah kependudukan, ada layanan lain yang menyebut pelayanan cukup rumit. Seperti persyaratan untuk menikah, antara orang luar negeri dengan orang kita. Hingga banyak cerita soal calo terkait pengurusan penikahan ini?

Memang pembenahan ini terus kita lakukan dari intern. Jadi kalau ada hal hal yang mengganggu dilaporkan saja, difoto. Karena banyak terima laporan, tapi cuma katanya.

Jadi jika ada hal yang seperti tadi, itu dilaporkan saja. Dan semua sudah ada tarurannya. Selagi memenuhi syarat, tidak ada yang susah. Semuanya mudah. Dilihat saja dulu di Lakse, baru siapkan dokumennya. Jadi tinggal datang ke Disdukcapil. Disitu sudah lengkap semua.

Kalau ada Calo atau yang memungut biaya untuk kepengurusan masalah kependudukan, kita laporakan kemana bu, untuk menghalau calo-calo?


Benar pak, Ada nomor pengaduannya: 089531622464. Bisa wa, telpon, dan sosmed kita juga aktif.

Terkahir, bagi warga Batam yang saya cintai, mari kita sama sama kita jaga data pribadi kita. Hanya kita yang tahu. Mari kita dukung Bapak Walikota Batam dan Ibu Wakil Walikota Batam; Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Candra. Sama sama kita berikan yang terbaik untuk Batam ini. Karena kalau kita bersatu dan menyatu, akan banyak insentif yang bisa kita terima.
Mohon dukungan dari warga Batam untuk sama sama mendukung program Disdukcapil ini. Ayo mau tidak mau, suka tida suka kita harus beralih ke Digital, karena memang sudah waktu dan masanya.(***)

Tonton juga tayangan di chanel youtube posmetro batam.