Batam, Posmetrobatam.co: Mengantisipasi potensi kelangkaan sejumlah komoditas bahan pokok imbas bencana di beberapa provinsi di Sumatera, Pemerintah Kota Batam mendatangkan pasokan tambahan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, stok sembako secara umum masih terjaga hingga akhir tahun, namun beberapa komoditas seperti cabai dan telur perlu diwaspadai karena sumber pasokan berasal dari wilayah yang sedang terkena bencana.
“Stok sembako insya Allah aman. Tapi untuk komoditas yang pasokannya dari daerah terdampak, kita sudah antisipasi dengan mendatangkan dari Lombok dalam volume lebih besar,” ujar Amsakar Achmad, Rabu (3/12).
Hal tersebut disampaikan Amsakar usai memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain mendatangkan suplai dari luar daerah, pemerintah juga mengandalkan panen petani lokal yang berlangsung pada Desember untuk menstabilkan pasokan dan harga.
“Dengan tambahan dari Lombok dan panen lokal, kita harap komoditas-komoditas ini kembali ke titik equilibrium. Mudah-mudahan harganya tetap normal,” katanya.
Amsakar menegaskan, meskipun momentum hari besar Natal dan Tahun Baru selalu memicu kenaikan harga, yang terpenting adalah memastikan kenaikan tidak berlebihan.
Dalam rapat tersebut, Perum Bulog juga memastikan stok sejumlah komoditas strategis seperti beras dan minyak tetap terkendali.
Selain komoditas bahan baku, pemerintah juga mengantisipasi potensi lonjakan permintaan LPG 3 kilogram. Pemkot Batam telah mengirim surat ke Pertamina untuk penambahan kuota sekitar 2.770 kiloliter.
“Saya sudah instruksikan Kadisperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk kembali menyurati Pertamina supaya semua kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan tahun baru tetap terjaga,” kata Amsakar.
Ia memastikan seluruh langkah mitigasi telah berjalan dan berharap tidak ada gejolak harga yang signifikan hingga akhir tahun.(ant)









