Bulog Batam Salurkan 737.800 Kg Beras ke KPM, Distribusi Belum ke Sekupang dan Sagulung

350

Batam, Posmetrobatam.co: Penyaluran atau distribusi bantuan pangan beras di Kota Batam telah mencapai 87 persen dari total sekitar 850 ton beras.

Pemimpin Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira menyampaikan, bantuan itu mencakup wilayah kerja Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

“Untuk Kota Batam saat ini realisasi distribusi telah mencapai 87 persen. Sisa sebesar 112.720 kilogram direncanakan akan tuntas didistribusikan pada pertengahan Agustus 2025,” ujar Guido, Sabtu (2/8).

Sejak dimulai pada 18 Juli 2025, hingga 1 Agustus 2025, total sebanyak 737.800 kilogram beras telah tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dari total pagu 850.520 kilogram.

Guido menambahkan, untuk Kabupaten Karimun, penyaluran beras bantuan pangan telah rampung 100 persen.

BACA JUGA:  ALFI Batam Gelar Silaturahmi dengan Instansi Strategis untuk Maju Bersama dalam Sektor Logistik

Sedangkan di Kota Batam, masih terdapat dua kecamatan yang belum disalurkan, yakni Sekupang dan Sagulung.

“Distribusi di dua kecamatan itu sementara kami hold terlebih dahulu, karena akan ada peninjauan lokasi oleh Anggota Komisi DPR RI pada 8-9 Agustus mendatang. Jadi karena itu, bukan karena masalah distribusi,” katanya menegaskan.

Ia juga memastikan bahwa seluruh wilayah pulau-pulau penyangga di Batam telah tuntas menerima bantuan.

“Yang di pulau-pulau sudah selesai semua,” ujarnya pula.

Guido menyampaikan bahwa bantuan ini sangat diapresiasi oleh masyarakat.

“Warga sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah, karena bantuan ini datang saat harga pangan mulai naik dalam dua bulan terakhir. Banyak yang berharap agar bantuan seperti ini bisa diberikan secara rutin setiap bulan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Distribusi Logistik Pilkada 2024 di Natuna Menggunakan Kapal Dikawal Aparat

Sesuai dengan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Batam, beras medium di tanggal 31 Juli 2025 itu seharga Rp13 ribu per kg, dan beras premium seharga Rp15 ribu per kg.

Terkait bantuan susulan di bulan-bulan selanjutnya, Guido menyebut belum ada informasi lanjutan.

“Sampai saat ini belum ada informasi. Tapi harapan kami, semoga bantuan bisa terus berlanjut menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” katanya lagi.(ant)