Batam, posmetrobatam.co: Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau resmi menggelar Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 secara serentak di Batam dan Tanjungpinang pada 2-8 Maret 2026. Lewat ajang ini, BI Kepri membidik transaksi penjualan UMKM menembus Rp2,5 miliar sekaligus mempercepat digitalisasi dan memperkuat ekonomi syariah di daerah.
Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menegaskan KURMA 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan serta mendorong pelaku UMKM semakin aktif menggunakan sistem pembayaran digital.
“Kami menargetkan peningkatan transaksi UMKM sekaligus memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepri,” ujar Rony dalam bincang media, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini berlangsung di One Batam Mall, Batam, serta kawasan Gurindam 12. BI Kepri sengaja memilih dua kota utama tersebut untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat.
Tahun ini, BI Kepri memasang target transaksi penjualan UMKM sebesar Rp2,5 miliar atau tumbuh 7,30 persen dibandingkan capaian 2025. BI Kepri juga membidik realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,25 miliar, meningkat 2,74 persen dari tahun lalu.
Untuk memperkuat ekosistem halal, BI Kepri menargetkan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi 10 peserta. Sementara di sektor digitalisasi, BI Kepri membidik 40 ribu transaksi QRIS dengan nilai mencapai Rp1,8 miliar.
Tak hanya fokus pada transaksi, BI Kepri juga meningkatkan literasi ekonomi syariah melalui program edukasi yang melibatkan 100 peserta dengan rata-rata nilai post test 85. Rony menekankan bahwa seluruh target tersebut disusun secara realistis namun tetap progresif agar memberi dampak nyata bagi UMKM.
“Kami ingin UMKM tidak hanya naik kelas dari sisi kualitas produk, tetapi juga semakin kuat dalam akses pembiayaan dan pemanfaatan pembayaran digital seperti QRIS,” tegasnya.
KURMA 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari opening ceremony, UMKM Expo dan bazaar, fashion show, tausiyah, seminar, hingga pasar murah. BI Kepri juga menggelar business matching, berbagai kompetisi, pojok layanan, serta hiburan rakyat untuk mendorong perputaran ekonomi selama Ramadan.
Pada acara penutupan, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Rony optimistis KURMA 2026 di Batam dan Tanjungpinang mampu menjadi katalis penguatan UMKM, memperluas adopsi pembayaran digital QRIS, serta memperkokoh ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepri. (hbb)









