Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Skala Penuh 2025

159

Batam, Posmetro Batam.co: Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam melaksanakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Skala Penuh (Full Scale Exercise), Selasa (2/12).

Kegiatan ini merupakan agenda wajib yang digelar minimal dua tahun sekali untuk memastikan kesiapan seluruh unsur bandara dalam menghadapi situasi darurat.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, mengatakan bahwa latihan terakhir dilakukan pada 2023, tahun ini Hang Nadim kembali menguji kesiapan prosedur, koordinasi, serta kemampuan personel dan fasilitas dalam menangani keadaan darurat.

“Latihan ini bertujuan menguji prosedur dalam Airport Emergency Plan, memastikan komunikasi, koordinasi, dan komando berjalan baik, serta mengukur kesiapan personel dan fasilitas,” ujar Anton.

BACA JUGA:  Dua Setel Seragam Gratis Murid SD dan SMP di Batam Dibagikan, Ringankan Beban Orang Tua

Latihan skala penuh ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara, termasuk: maskapai penerbangan, ground handling, TNI-Polri, Basarnas dan instansi terkait lainnya serta rumah sakit di Kota Batam, termasuk RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, RS Bhayangkara, serta beberapa puskesmas terdekat

Sebanyak tiga unit foam tender, satu ambulans internal, beberapa ambulans eksternal, serta satu mobil komando turut dikerahkan dalam simulasi.

Dalam latihan tersebut, digunakan skenario pesawat fiktif Rajawali Air Airbus A320 dengan nomor penerbangan rute Kamboja- Batam yang membawa 140 penumpang dan kru. Pesawat digambarkan mengalami kerusakan mesin nomor 2 serta cuaca buruk saat mendarat hingga menyebabkan runway excursion dan kebakaran pada salah satu mesin.

BACA JUGA:  Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pelni  Tambah Satu Kapal dan Tiket Didiskon

Dari simulasi kejadian tersebut, ditetapkan kondisi korban sebagai berikut: 116 orang selamat, 20 orang luka berat, dan 4 orang meninggal dunia

Anton menyebut latihan ini berlangsung lancar meski dihadapkan pada tantangan cuaca berupa hujan lebat.

“Walau cuaca hujan, latihan tetap berjalan dan seluruh tim menunjukkan respon yang baik,” ucapnya.

Tim evaluator dari Kementerian Perhubungan turut hadir untuk memberikan penilaian dan masukan. Salah satu catatan yang diberikan adalah terkait kecepatan ambulans memasuki area kejadian, terutama karena kondisi cuaca.

“Catatan tersebut menjadi perhatian kami dan akan menjadi bahan perbaikan untuk latihan berikutnya,” pungkas Anton.(hbb)