Anggaran dari Pusat Belum ‘Cair’, SPPG Wilayah 3T di Kepri tak Beroperasi

43

Kepri, Posmetrobatam.co: Pembangunan dapur SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kepulauan Riau telah rampung. Namun tak beroperasi karena belum dapat anggaran dari pusat. Hal tersebut, akan diselesaikan agar dapat segera beroperasi.

“Kami sedang melakukan penyelesaian. Untuk bangunan di daerah terpencil itu sudah kami data, sebagian sudah dibayarkan, dan sisanya akan kami selesaikan,” ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya saat menghadiri Rapat Konsolidasi Program MBG di Batam, Kamis (2/4).

Ia mengatakan, pihaknya mengetahui di Kepri sudah terdapat dapur 3T yang rampung pembangunan namun belum operasional karena belum mendapatkan anggaran dari pusat.

BACA JUGA:  Nelayan Desa Jang Yang Hilang Ditemukan di Sekitar Perairan Belakang Pulau Moro

Sony menyebut pihaknya akan menggelar rapat lanjutan di Jakarta pada 7 April 2026 guna menuntaskan proses pembayaran tersebut.

Insyaallah pada 7 April kami rapat di Jakarta untuk penyelesaiannya. Setelah itu, dapur yang sudah selesai bisa langsung dioperasionalkan,” katanya.

Sony menambahkan, setelah tahap pertama rampung, BGN akan kembali melakukan pendataan untuk pengembangan dapur MBG di wilayah-wilayah kecil lainnya.

“Nanti kami petakan kembali daerah mana saja yang belum terjangkau, berapa kebutuhan dapur, serta jumlah penerima manfaatnya. Ini akan kami koordinasikan dengan satgas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Pada tahap pertama terdapat 130 dapur SPPG yang dibangun di wilayah 3T di Kepulauan Riau. Rinciannya, yakni 14 dapur di Natuna, 20 di Anambas, 30 di Batam, 1 di Tanjungpinang, 9 di Bintan, 41 di Lingga, dan 15 di Karimun.

BACA JUGA:  Lanud RHF Juara 1 Lomba Fashion Show Pakaian Adat Hari Sumpah Pemuda ke-97

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan program MBG hingga ke pulau-pulau terluar.

“Kami berkoordinasi dengan satgas kabupaten/kota untuk percepatan pembangunan di wilayah 3T. Ini sudah berjalan dan terus kami dorong,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah menjaga stabilitas pasokan bahan pangan untuk mendukung operasional dapur MBG, terutama di wilayah kepulauan.

“Kami memastikan pasokan dari Batam, Bintan, hingga Karimun tetap terjaga. Koordinasi terus dilakukan agar distribusi bahan pangan tidak terhambat,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan, pemerintah provinsi juga menggandeng berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan satgas daerah, untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.(ant)

BACA JUGA:  Entry Briefing Wasrikkap Itkodau I di Lanud Raja Haji Fisabilillah