Posmetrobatam.co: Dua Balita yang berhasil dievakuasi tim Damkar setelah terjebak dalam korban api dan asap tebal akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Keduanya sempat diketahui masih bernyawa. Namun nyawanya tak tertolong meski sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Karimun.
Sekitar pukul 07.50 WIB, Informasi kedua balita yang diketahui berinisial AEA (3.5) dan SVA (2) ini diketahui meninggal dunia.
Kabar duka ini dibenarkan salah seorang petugas kamar jenazah RSUD Karimun.
“Benar dua balita yang menjadi korban kebakaran meninggal dunia barusan,” ujarnya singkat.
Meninggalnya dua balita ini menjadikan kebakaran klenteng sembahyang yang berada di Jalan Pertambangan ini menyisakan duka mendalam. ByKebakaran tersebut pun merenggut tiga nyawa sekaligus lantaran terjebak dalam kebakaran.
Diduga ketiga korban merupakan ibu dan dua anaknya yang diketahui berinsial AEA (3.5), SVA (2) dan satu wanita dewasa PE (37).
Kapolsek Balai, AKP Andri Yusri yang dikonfirmasi di lokasi kejadian membenarkan meninggalnya dua balita yang sempat dievakuasi dalam kejadian kebakaran tersebut.
“Dua balita yang sempat diselamatkan barusan meninggal dunia, jadi tiga korban yang meninggal dunia dalam kejadian kebakaran ini,” ujar Andri Yusri.
Ketiga jenazah tersebut kini masih disemayamkan di kamar pemulasaraan Jenazah RSUD Karimun dalam penanganan tim guna penyelidikan lebih lanjut.
Sementara Lurah Tanjungbalai, Azrizal Kecamatan Karimun, mengatakan ketiga korban belum diketahui indetitas pastinya. Namun pemilik ruko yang merupakan Mertua Korban bernama Kusdiro terdaftar sebagai Warga Kelurahan Kavling.
“Apakah korban dan dua anaknya juga masuk dalam warga Kavling atau bukan kita belum tahu, indetitasnya juga belum kita dapati, masih kita telusuri,” ujar Azrizal.
Sementara saat ini api sudah berhasil di padamkan. Tim Damkar berhasil memadamkan api sekitar pukul 07.30 Wib Sejumlah tin damkar pun terlihat lelah dan mengalami sedikit gangguan pernapasan lantaran menerobos asap tebal saat memadamkan api. Setelah berhasil memadamkan api tim Damkar pun hingga harus menggunakan oksigen untuk menpelencar pernapasannya.(ria)







