Langkah Pemerintah Kota Batam Menuju Zero Stunting

53

Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengadakan Sosialisasi Stunting Tahun 2024 di OS Style Hotel pada Rabu (28/2), diikuti oleh 300 perwakilan masyarakat di Kelurahan Sungai Langkai, Sungai Pelunggut, dan Tembesi Kecamatan Sagulung.

SEKRETARIS Daerah Kota Batam, Jefridin, menyampaikan bahwa angka stunting di Kota Batam terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Pada tahun 2020, jumlah angka stunting di Kota Batam mencapai 3.876 orang, turun menjadi 3.367 orang pada tahun 2021, dan kembali turun menjadi 1.441 orang pada tahun 2022.
Pada tahun 2023, angka stunting di Kota Batam mencapai 1.207 orang. Keberhasilan dalam menangani stunting di Kota Batam pada tahun 2023 membuat Pemko Batam mendapat insentif fiskal dari Pemerintah Pusat.
“Pemerintah konsen menangani persoalan stunting di Kota Batam. Mudah-mudahan Batam bisa zero stunting,” sebut Jefridin.
Menurut Jefridin, penanganan stunting menjadi perhatian serius baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota Batam, karena hal ini berkaitan dengan persiapan generasi emas tahun 2045. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan generasi yang sehat dan bebas stunting agar mampu bersaing di masa depan.
“Kenapa sangat penting sekali karena Kita harus mempersiapkan generasi emas yang akan melanjutkan pembangunan ini,” katanya.

BACA JUGA:  ASN dan Guru Harus Melek Literasi Pasar Modal

CAMAT Sagulung, Muhammad Hafiz Rozie, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi stunting merupakan kebijakan. Di Kecamatan Sagulung, angka stunting pada tahun 2023 berhasil diturunkan menjadi 26 orang dari sebelumnya 59 orang. Harapannya, setelah sosialisasi ini, angka stunting di Kecamatan Sagulung bisa mencapai zero stunting.
“Kegiatan sosialisasi ini akan berlangsung selama dua hari, hingga Kamis (29/2), dengan peserta dari masyarakat Sei Lekop, Sagulung Kota, dan Sei Binti,” pungkas Hafiz.(hbb)