Alat Pendeteksi Penyakit Alzheimer

54
Ilustrasi cara navigasi dengan memakai headset VR. Foto: Metro

TEKNO, POSMETROBATAM.CO – Profesor Dennis Chan melakukan penelitian menggunakan tes yang dirancang oleh Dr Andrea Castegnaro dan Profesor Neil Burgess, di mana orang diminta untuk bernavigasi dalam lingkungan virtual sambil memakai headset VR. Alat ini untuk mengetahui adanya Alzheimer atau penurunan ingatan.

“Kami sekarang membawa temuan ini ke depan untuk mengembangkan alat pendukung keputusan klinis diagnostik untuk NHS di tahun-tahun mendatang, yang merupakan cara baru dalam melakukan pendekatan diagnostik dan diharapkan akan membantu orang mendapatkan diagnosis yang lebih tepat waktu dan akurat,” kata Dr. Newton seperti dilansir METRO, pada 1 Maret.

Alzheimer bisa disebabkan oleh gen yang membuat mereka berisiko terkena penyakit ini, riwayat keluarga penderita Alzheimer, atau faktor risiko gaya hidup seperti rendahnya tingkat aktivitas fisik.

BACA JUGA:  Libur Ramadan dan Lebaran, Trafik XL Axiata Tertinggi di Sumatera Capai 28 Persen

Hal ini sangat penting dengan munculnya pengobatan anti-amiloid untuk Alzheimer, yang dianggap paling efektif pada tahap awal penyakit ini.

“Hal ini juga menyoroti perlunya studi lebih lanjut mengenai perbedaan kerentanan antara pria dan wanita terhadap penyakit Alzheimer dan pentingnya mempertimbangkan gender untuk diagnosis dan pengobatan di masa depan,” sebutnya.

Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan Universitas Cambridge, yang didanai bersama oleh Alzheimer’s Society dan hibah penelitian MSD.

Dr Richard Oakley, direktur asosiasi penelitian dan inovasi di Alzheimer’s Society, mengatakan satu dari tiga orang yang lahir tiap hari akan menderita demensia, dan diagnosis dini dan akurat terhadap penyakit yang menyebabkan kondisi tersebut.

BACA JUGA:  ITEBA Wisuda 145 Mahasiswa: Siap Bersaing di Pasar Global

Dan sangat penting bagi masyarakat untuk mengakses hak yang tepat untuk dukungan, merencanakan masa depan, dan menerima pengobatan yang tepat.

“Gejala awal demensia mungkin tidak kentara dan sulit dideteksi, namun masalah navigasi dianggap sebagai salah satu perubahan pertama pada penyakit Alzheimer,” terangnya.

Menurutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan teknologi ini, dan menarik untuk penelitian ini dapat menawarkan cara untuk mengenali perubahan spesifik penyakit sejak dini dan membantu orang yang hidup dengan demensia di masa depan.(esa)