Layanan SPAM ABH Batam Makin Parah, Air Mati Warga Minta Kirim Tanki Air tak Diantar

208

Batam, Posmetrobatam.co: Pelayanan air bersih Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam yang dikelola PT Moya Indonesia dan PT PP makin parah. Aliran air kerap mati di Perumahan Taman Sari Hijau,Tiban Baru, Kecamatan Sekupang.

Pihak Air Batam Hilir (ABH) sebagai mitra SPAM BP Batam yang bertugas mendistribusikan air ke pelanggan diduga keteter alias tidak sanggup melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

Petugas ABH terkesan selalu sanggup akan memberikan pelayanan yang baik, namun tidak dibarengi dengan hasil yang dijanjikan. Suplai air masih menjadi masalah di tengah masyarakat.

“Kami lagi upayakan untuk dapat terus memberikan pelayanan yg terbaik ya bg. Izin info diatas akan segera sy koordinasikan keteam teknis agar dapat segera dibantu,” ujar Ginda Alamsyah, Humas PT ABH Batam, Minggu (1/2).

BACA JUGA:  Pemko Batam Tetapkan 15 Januari 2026 Batas Akhir Usulan Perubahan RDTR

Ipul, warga Perumahan Taman Sari Hijau mengatakan, pelayanan air sejak beralih ke Konsorsium PT Moya Indonesia dan PT PP (Persero) Tbk pada tahun 2022 belum memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, terutama di tempat tinggalnya.

Selama 3 tahun ini, lanjutnya, sejak konsesi air bersih dimenangkan dua perusahaan baru tersebut, dirinya belum merasakan air bersih mengalir selama 24 jam. Ini semakin meresahkan karena masa konsesi yang diperoleh perusahaan baru itu masanya hingga 15 tahun.

“Sampai sekarang, air bersih kerap mati. Kalau pun mengalir, air hidup tengah malam, hanya satu jaman,” katanya.

Selama 4 hari ini pelayanan air makin parah, selalu mati. Tak sampai mengalir ke rumah yang ada di RT03/RW04 yang berada di dataran tinggi atau bagian lereng bukit.

BACA JUGA:  Hukum Memotong Rambut ketika Puasa, Simak Penjelasan Berikut

Parahnya lagi, kala warga meminta pengiriman air bersih melalui layanan ABH tidak kunjung diantar airnya, meski beberapa kali ditelpon ulang.

“Tunggu ya pak nanti saya sampaikan ke bagian pengiriman air,” kata pria yang mengaku bernama Satria, operator ABH di ujung telepon. Namun ditunggu-tunggu seharian, tanki air tidak kunjung datang.(waw)